Makna Nifaq

oleh: Ainul M. Ch.

Makna Nifaq

Secara bahasa, nifaq berarti lobang tempat keluarnya yarbu( binatang sejenis tikus ) dari sarangnya, di mana jika ia dicari dari lobang yang satu, maka ia akan keluar dari lobang yang lain. Dikatakan pula, kata nifaq berasal dari kata yang berarti lobang bawah tanah tempat bersembunyi.( al-Mu’jamulwasith 2/942 ).Adapun nifaq menurut syara’ artinya : menampakkan Islam dan kebaikan, tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.

Menurut syara’ nifaq terbagi dua[1]:

  1. Nifaq akbar,yaitu iman kepada Allah, MalaikatNya, Kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari kesudahan dan menyembunyikan kebalikannya, baik semua maupun sebagiannya. Munafik yang demikianditempatkanpadatingkat yang paling bawah.
  2. Nifaq ashghar, yaitu nifaq amal, melahirkan keshalihan dan membatinkan kemaksiatan.

Al-Kirmany berkata:” Munafik ialah orang yang mengingkari sesuatu yang berlawanan dengan apa yang menjadi isi hatinya”. Dalam terminology, Munafik ialah orang yang mengingkari Islam dan menyembunyikan kufur. Dinamai munafik karena dia menutup kekafirannya. Diserupakannya dengan orang yang masuk lubang yang digali dalam tanah untuk menutupi diri.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثإِذَاحَدَّثَكَذَبَوَإِذَاوَعَدَأَخْلَفَوَإِذَااؤْتُمِنَخَانَ

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tanda-tanda orang munafik adatiga:apabila ia memberitakan sesuatu maka ia dusta, apabila ia berjanji maka ia mengingkari, dan apabila dipercaya maka ia berkhianat”.

Hadits ini adalah hadits yang sangat populer, sekaligus hadits yang sangat penting untuk memperingatkan kita agar waspada terhadap kemunafikan, jangan sampai penyakit itu menjangkiti kita.

Munafik (المنافق) artinya adalah orang yang nifaq (النفاق). Nifaq secara bahasa berarti ketidaksamaan antara lahir dan batin. Jika ketidaksamaan itu dalam hal keyakinan, hatinya kafir tetapi mulutnya mengatakan beriman, maka ia termasuk nifaq i’tiqadi.

B. Jenis nifaq

Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq I’tiqodiy dan nifaq amaliy. Nifaq I’tiqodiy (keyakinan), Nifaq I’tiqadiy adalah nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan ke-Islaman, tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama & akhirat kelak ia akan berada dalam kerak Neraka. Allah berfirman :”Sesungguhnya orang-orang munafik berada dalam kerak Neraka.” (QS. An-Nisa : 145)

Allah swt mensifati orang-orang munafik dengan banyak sifat, diantaranya kekufuran, tiada iman, mengolok-olok dan mencaci maki agama, seperti dalam firman Allah :”Mereka juga mengata-ngatai agama dan pemeluknya, serta kecenderungan kepada musuh-musuh agama untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam.

Orang-orang munafik jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti ini mereka masuk kedalam Islam untuk melakukan tipu daya terhadap kaum muslimin secara tersembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama umat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Al hasil mereka masuk Islam hanya untuk kepentingan mereka, menyelamatkan harta benda dan nyawa mereka. Karena itu, seorang munafik manampakkan keimanannya kpd Allah, malaika-malaikatNya, kitab-kitabNya dan hari akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya.

Nifaq jenis ini ada empat macam :

  1. Mendustakan Rasulullah saw atau mendustakan sebagian dariapa yang beliau bawa.
  2. Membenci Rasulullah saw atau membenci sebagian apa yang beliau bawa.
  3. Merasa gembira dengan kemunduran agama Rasulullah saw.
  4. Tidak senang dengan kemenangan agama Rasulullah saw.

Nifaq ‘amaliy (perbuatan), Nifaq ‘amaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, namun merupakan washilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam keadaan iman dan nifaq, dan jika perbuatan nifaqnya lebih banyak maka hal itu bisa menjadi sebab terjerumusnya dia kedalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan hadits Nabi saw :

”Ada empat hal, yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya ; bila dipercaya ia berkhianat, dan jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari, dan jika bertengkar ia berucap kotor.” (Muttafaqun alaihi)

Sepertidiketahuibahawasanyamanusia itu adalah tidak terjaga dari kesalahan dan dosa, sehingga sering kali dalam diri manusia itu terkumpul kebiasaan-kebiasaan iman dan kebiasaan-kebiasaan kufur, kebiasaan baik dan kebiasaan buruk.Karena itulah ia mendapatkan pahala dan siksa sesuai dengan konsekuensi dari apa yang mereka lakukan, seperti kebiasaan malas dalam melakukan shalat jama’ah di masjid. Ini adalah sebagian dari sifat-sifat orang munafiq. Sifat nifaq adalah sifat yang sangat buruk dan berbahaya, karena itulah para sahabat sangat takut kalau diri mereka terjerumus dlm kemunafikan. Ibnu abi Mulaikah berkata :”Aku bertemu dengan 30 sahabat Rasulullah saw, mereka semua tahu kalau-kalau adanifaqdalamdirinya.”

Kemunafikanbisadiwaspadaidari tanda-tandanya. Dalam hadits Rasulullah SAW menjelaskaskan bahwa tanda-tanda munafik itu ada tiga, yaitu jika berbicara ia dusta, jika dipercaya ia berkhianat, dan jika berjanji ia ingkar.

Jika tanda-tanda munafik ini ada pada seseorang, hendaklah orang itu diwaspadai supaya tidak dijadikan pemimpin bagi umat Islam. Namun yang lebih penting, dengan memperhatikan tiga tanda-tanda munafik ini kita mewaspadai diri kita agar jangan sampai kemunafikan hinggap dalam jiwa.

Kemunafikan adalah salah satu penyakit psikis dan potensi buruk yang dapat menyebabkan lahirnya beberapa penyimpangan moral[2], termasuk diantaranya bermuka dan berlidah dua.

Sifat nifaq memiliki derajat yang berbeda dari sisi kuat dan lemahnya potansi tersebut. Seseorang yang mengabaikan setiap perilaku buruk dan tidak segera mengambil langkah-langkah penyembuhannya, akan menyebabkan semakin kuatnya kecenderungan untuk berbuat buruk yang mendorong pada kemunafikan. Seseorang yang membiarkan nafsu amarahnya tidak terkendali, akan mendorongnya pada kerusakan moral dan kedaan jiwa tidak akan pernah merasa tenang serta menyebabkan setan pembisik dating mendorongnya untuk berbuat kerusakan[3].

Mengobati penyakit nifaq ada dua cara[4]:

  1. Dengan merenungkan bahaya-bahaya yang timbul dari penyakit tersebut.
  2. Berupa tindakan praktis, dengan cara seseorang mengontrol gerak dan diamnya jiwa, kemudian melakukan aktifitas yang berlawanan dengan hasrat dan angan-angan nafsunya.

C. BAHAYA NIFAQ

Nifaq seperti kita kemukakan di depan adalah sifat yang sangat berbahaya, baik dunia maupun akhirat. Bahaya nifaq di dunia kembali kepada pelaku dan orang lain, dan di antara bahaya itu adalah :

  1. Kerusakan di muka bumi, ini adalah inti dari bahaya yang ditimbulkan oleh seorang munafiq, jadi nifaq dapat mengakibatkan segala kerusakan bagaimanapun bentuknya, Allah berfirman :”Ingatlah sesungguhnya mereka itu adalah perusak, akan tetapi mereka tidak merasa.” (QS.Al-Baqoroh : 12)
  2. Tersebarnya fitnah, ini termasuk salah satu bentuk kerusakan yang timbul akibat sifat nifaq, Allah berfirman :”Andaikan mereka ikut keluar bersama kalian (untuk berjihad), niscaya tidak akan bermanfaat bagi kalian selain hanya akan menambah kerusakan, dan niscaya mereka akan sebarkan fitnah untuk memecah belah kalian.” (QS.Al-Taubah : 47)
  3. Perpecahan di antaraumat Islam, dan ini adalah salah satu bentuk kerusakan yang sangat besar bagi umat Islam, bukan hanya sekarang dengan munculnya banyak orang yang mengatasnamakan Islam yang memberikan pengaruh hebat di dunia internasional, padahal Islam terbebas darinya, akan tetapi sejak zaman Rasulullah saw, kaum munafiq selalu mencari celah untuk mengadu domba dan memecah belah umat. Allah swt berfirman :”Dan orang-orang yang membangun masjid untuk membahayakan, serta keingkaran, dan dengan tujuan memecah belah antara orang-orang yang beriman…” (QS.Al-Taubah : 107).

Inilah beberapa bahaya yang timbul akibat nifaq, semoga Allah melindungi kita darinya – yang mana nifaq hanya akan menimbulkan kerusakan di muka bumi.

  1. BALASAN BAGI ORANG MUNAFIQ

Dikarenakan buruknya sifat ini, maka Allah telah menyiapkan bagi para pelaku nifaq, atau orang munafiq dengan balasan yang setimpal, dan dengan redaksi yang bermacam-macam, di antaranya, perintah untuk memerangi dan sikap tegas (keras) terhadap mereka, dan akhirnya dalam kerak neraka Jahannamlah tempat mereka, Allah berfirman :”Wahai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan munafiq, dan bersikap kasarlah (tegas) terhadap mereka !” (QS.At-Taubah : 73).

Akibat buruk sifat Nifaq. Sebagaimana akhlaq tercela yang lain, Nifaq pun berakibat buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

  • Adapun akibat buruk sifat nifaq antara lain sbb :

a)      Bagi diri sendiri

  1. Tercela dalam pandangan Alloh swt. dan sesama manusia sehingga dapat menjatuhkan nama baiknya sendiri.
  2. Hilangnya kepercayaan dari orang lain atas diri.
  3. Tidak disenangi dalamj pergaulan hidup sehari-hari
  4. Bisa mempersempit  jalan untuk memperoleh Rizqi kaqrena orang lain tidak mempercayainya lagi.
  5. Mendapat siksa yang amat pedih kelak di hari akhir.

b)      Bagi Orang Lain

  1. Menimbulkan kekecewaan hati sehingga dapat merusak hubungan persahabatan yang terjalin baik. Apabila kekecewaan terlalu mendalam sehingga tidak mampu mengendalikan,  tidak mustahil terjadi tindakan-tindakan anarkhis.
  2. Membuka peluang munculnya fitnah karena ucapan dan perbuaatannya yang tidak menentu.
  3. Mencemarkan nama baik keluarga dan masyarakat sekitarnya sehingga merasa malu karenanya.
  1. I.                   KESIMPULAN

Pelajaran yang bisa diambil dari hadits tentang tanda-tanda orang munafik diantaranya adalah:

  1. Munafik adalah orang yang nifaq, antara lahir dan batinnya tidak sama (bertolak belakang). Yang paling parah adalah ketika secara dzahir mengatakan beriman tetapi hatinya kafir,
  2. Meskipun orang munafik tidak dapat diketahui secara pasti, namun tanda-tandanya dapat dikenali,
  3. Tanda-tanda orang munafik ada tiga yaitu jika berbicara ia dusta, jika berjanji ia mengingkari dan jika diberi amanah ia berkhianat.

DAFTAR PUSTAKA

Teungku Muhammad Habsy Ash-Shiddiqi, MutiaraHadits 1-Keimanan, Semarang: PustakaRizqi Putra, 2002.

Imam Khomaeni, 40 Hadits, TelaahAtasHadits-HaditsMistis Dan Akhlak, Bandung: Mizan,2004.

Yunus Ali Al-Muhdhor, MisykatulMashaabihi, Semarang: CV. Asy-Syifa’.


[1]Teungku Muhammad Habsy Ash-Shiddiqi, MutiaraHadits 1-Keimanan, (Semarang: PustakaRizqi Putra, 2002), h. 140.

[2] Imam Khomaeni, 40 Hadits, TelaahAtasHadits-HaditsMistis Dan Akhlak, (Bandung: Mizan,2004), H. 177.

[3]Ibid., h. 178.

[4]Yunus Ali Al-Muhdhor, MisykatulMashaabihi, (Semarang: CV. Asy-Syifa’), h. 34.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s