Aliran Mu’tazilah

oleh: Ainul M. Ch.

TOKOH-TOKOH dalam ALIRAN MU’TAZILAH

  1. I.                   PENDAHULUAN

Dalam aliran-aliran apapun tidak akan terlepas dari tokoh-tokoh atau pelopor suatu paham. Seperti halnya Aliran Mu’tazilah yang mempunyai banyak tokoh-tokoh. Namun, banyak tokoh bukan berarti menyebabkan kebimbangan pengikut-pengikutnya.  

  1. II.                RUMUSAN MASALAH
  2. III.             PEMBAHASAN

Tokoh-tokoh aliran mu’tazilah banyak jumlahnya dan masing-masing mempunyai pikiran dan ajaran-ajaran sendiri yang berbeda-beda dengan tokoh-tokoh sebelumnya atau tokoh-tokoh pada masanya, sehingga masing-masing tokoh mempunyai aliran sendiri-sendiri. Dari segi geografis, aliran muktazilah dibagi menjadi dua, yaitu aliran mu’tailah basrah dan aliran mu’tazilah baghdad. Aliran basrah lebih dahulu munculnya, lebih banyak mempunyai kepribadian sendiri dan yang pertama-tama mendirikan aliran mu’tazilah. Perbedaan antara kedua aliran muktazilah tersebut pada umumnya disebabkan karena situasi geografis dan kultural. Kota basrah lebih dahulu didirikan dari pada kota Baghdad dan lebih dahulu mengenal peraduan aneka ragam kebudayaan dan agama. Dalam pada itu, meskipun Baghdad kota terbelakang didirikan, namun oleh khalifah Abbasiyah dijadikan menjadi ibu kota khalifah. Tokoh-tokoh aliran basrah antara lain:

  1. Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal (80-131 H/699-748 M)

Nama lengkapnya wasil bin ‘ata al ghazal.ia terkenal sebagai pendiri aliran mu’tazilah dan menjadi pimpinan/kepala yang pertama. Ia pula yang terkenal sebagai orang yang meletakkan lima prinsip aliran muktazilah.

  1. Abdul Huzail Muhammad bin al Huzail al ‘Allaf (135-226H/752-840 M)

Nama lengkapnya adalah abdul huzail Muhammad bin alhuzail al-allaf sebutan al allaf diperolehnya karena rumahnya terletak dikampung penjual makanan binatang. Ia guru pada usman at-tawil, murid wasil. Puncak kebesarannya dicapainya pada masa al ma’mun, karena khalifah ini pernah manjadi muridnya dalam perdebatan mengenai soal agama dan aliran pada masa-masanya. Hidupnya penuh dengan perdebatan dengan orang zindiq (orang pura-pura islam), skeptis, majusi, zoroaster dan menurut riwayat ada 3000 orang yang masuk islam ditanganya.

  1. Ibrahim bin Sayyar bin Hani an Nazzaham (wafat 231 H/845 M)

Nama lengkapnya adalah ibrahim bin sayyar bin hani an-nazzham, tokoh mu’tazilah yang terkemuka, lancer berbicara, banyak mendalami filsafat dan banyak pula karyanya. Ketika ia kecil ia banyak bergaul engan orang-orang bukan islam, dan sesudah dewasa ia banyak berhubungan dengan filoso-filosof yang hidup pada masanya, serta banyakmengambil pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh mereka. 4. Al- Jubbai (wafat 303 H/915 M) Nama lengkapnya adalah abu ali Muhammad bin ali al-jubbai,tokoh mu’tazilah basrah dan murid dari as-syahham (wafat 267 H/ 885 M), tokoh mu’tazilah juga. Al-jubbai dan anaknya, yaitu abu hasyim al-jubbai, mencerminkan akhir masa kejayaan aliram mu’tazilah.[1] Tokoh-tokoh aliran Baghdad antara lain:[2]

  1. Bisjr bin Al-Muktamir (wafat 226H/840 M)

Ia adalah pendiri aliran muktazilah di baghdad. Pandangan-pandangannya mengenai kesusasteraan, sebagaimana yang banyak dikutip oleh al-jahi dalam bukunya al bayan wat-tabyin, menimbulkan dugaan bahwa ia adalah orang yang pertama-tama mengadakan ilmu baghdad.[3]

  1. Al-Khayyat ( wafat 300H/912 M)

Ia adalah abu al-husein al khayyat, termasuk tokoh mu’tazilah Baghdad, dan pengarang buku “al-intisar” yang dimaksudkan untuk membela aliran mu’tazilah dari serangan abnu ar rawandi. Ia hidup pada masa kemunduran aliran mu’tazilah

  1. Al-Qadhi Abdul Jabbar (wafat 1024 M)

Ia juga hidup pada masa kemunduran mu’tazilah. Ia diangkat menjadi kepala hakim (qadhi al-qudhat) oleh ibnu abad. Diantara karangan-karangannya adalah alasan tentang pokok ajaran aliran mu’tazilah. terdiri dari beberapa jilid, dan banyak dikutip oleh as-syarif al murtadha, dan buku karanganya yang lain adalah bukunya Al-Ushulul-Khomsah dan al-Mughni fi Abwab al-Tawhid wa al-A’dl.[4]

  1. Az-Zamaihsyari (467-538 H/1075-1144 M)

Nama lengkapnya adalah jar allah abul qasim muhammad bin umar kelahiran zamachsyar, sebuah dusun di negeri chawarazm (sebelah selatan lautan Qaswen). Iran. Sebutan “jarullah” yang berarti tetangga Allah, dipakainya karena ia lama tinggal dimakkahsan bertempat di sebuah rumah dekat ka’ba.selama hidupnya ia banyak mengaakan perjalanan, dari negeri kelahirannya menuju Baghdad, kemudian ke makkah untuk bertempat disana beberapa tahun lamanya dan akhirnya ke jurjan persi-iran) dan disana ia menghembuskan nafasya yang penghabisan. Pada diri az-zamachsyari terkumpul karya aliran muktazilah selama kurang lebih empat abad. Ia menjadi tokoh dalam ilmu tafsir, nahwu (grammatika) dan pramasastra (lexicology), seperti yang dapat kita lihat balam tafsirnya “al-kassaf”, dan kitab-kitab lainnya seperti “al-faiq”. “asasul balaghah” dan “al-mufassal”.


[1] Al mU’tazilah : 149 [2] A. Hanafi M.A, Pengantar Teologi Islam, 2003, Hal. 82-83 [3] Dhuhal islam III : 141 [4] Dhuhal islam III : 44  

  1. IV.             KESIMPULAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s